SIDUMPE MARBUN

Di sana...aku dilahirkan... dibuai... dibesarkan Bunda... tempat berlibur di hari tua... tempat akhir... menutup mata

Rabu, 18 November 2009

KENANGAN


TERRR...LALU INDAH DILUPAKAN..........
TER..LALU SEDIH DI..KENANG...KAN

Kamis, 23 Juli 2009



Desa Sidumpe tepat berada di kaki bukit barisan Sumatera Utara, lihatlah betapa suburnya tanah pusaka nan indah permai, tanah kelahiranku.
Lihat tuh pohon Durian, Jeruk, Rambutan, Nenas, Mangga, Kueni yang sedang berbunga.
Hewan-hewan banyak di sana seperti babi hutan, ayam hutan, rusa, beruang, bunga ihur, tupai, kalong, landak, mawas, monyet, dan masih banyak lagi hewan liar berkeliaran di sana.

Bayangkan...segarnya... udara ... di desa ini...
Bayangkan paling lama 2 minggu sudah pasti disirami hujan... sepanjang tahun...
Bayangkan dinginnya sungai yang mengalir di hutan ini
Bayangkan banyaknya ikan yang bercanda di sungai itu
Bayangkan banyaknya kepiting, udang, iccor, paitok, pora-pora, si bahut....
Bayangkan kalau hanya sekali mandurung dapat ikan dan kepiting yang banyak...
Bayangkan enaknya nasi panas dan Sup Kepiting jahe asam rias jamur dari hutan itu
Bayangkan SiDungManganPeak (habis makan tidur)
Bayangkan bangun pagi...wanginya bunga-bunga semerbak ...
Bayangkan beningnya air pancur bambu memancar menyegarkan tubuh... dingin..nn...
Bayangkan mandi di air pancur disiul-siuli burung sitapi-tapi dan di orek-korek kodok
Bayangkan buah duren yang jatuh di dekat nenas, wangi... di pancuran belum dipungut
Bayangkan manisnya buah rambutan gundul yang memerah ranum tidak terpetik...menjurai
Bayangkan semangat kegotongroyongan ketika panen padi tiba..

Bayangkan ...semuanya... itu hanya ada di Sidumpe
tanah pusaka abadi nan jaya...

Di... sana ... aku...dilahirkan...
dibuai... dibesarkan... Bunda...
tempat ... berlibur ... di hari tua...
tempat ... akhir... menutup... mata...

Gambar ini diambil tgl 16 Maret 2006

Rabu, 10 Juni 2009

Melihat Gambar Desa Batu Gualan ini Membuat Hati Menjadi Semangat


Melihat Gambar Desa Sidumpe Batuagualan ini hati menjadi tenang, tiap rumah saling berhadap-hadapan menjadi satu halaman.
Lihat tuh... parabolanya, Desa ini sangat subur... Nilam, Kopi, Cabe, Singkong, Kacang, Padi, sayur-sayuran sangat subur di sini.
Lihat kedua anak itu sedang membawa tuak itu untuk diminum marmitu.

Rabu, 20 Mei 2009

Sejarah Desa Sidumpe

Inilah Sejarah Desa Sidumpe
Ada 7 (tujuh) Desa yaitu: Desa Sidumpe Marbun, Sidumpe Takal Lae, Sidumpe Batu Gualan, Sidumpe Boang, Sidumpe Sianturi, Sidumpe Kapal-kapal-1 dan Sidumpe Kapal-kapal-2, dan ternyata masih menginduk ke Kepala Desa Sepung Polding

(Menurut Ceritera Op. Hary L.Gaol)

Marilah kita simak dahulu tentang bagaimana Sidumpe pada awalnya.

1. Pertama kita lihat dahulu Sidumpe Marbun, karena inilah desa pertama yang ada di Sidumpe

Melihat desa Sidumpe Marbun sekarang ini ada 2 barisan, yakni Barisan Tigor dan Barisan Bekok. Barisan Tigor ialah barisan rumah-rumah mulai dari strap Gereja sampai ke pintu ke luar desa menuju Batu Gualan dan desa Takal Lae, sedangkan Barisan Bekok adalah barisan rumah-rumah yang berbaris ke arah Barat, atau barisan mulai rumahnya St. Situmorang sampai rumahnya Am. Morhen Sihombing/ St. Siregar.
Sebelum ada barisan-barisan rumah di Sidumpe Marbun, dahulu mereka tinggal di ladang masing-masing, seperti Keluarga Tampubolon, Parbinje, opung ni si Tua/ am. Tabak, raja ni Dois tinggal di ladangnya di sekitar 250 meter di belakang rumahnya am. Tabak yang sekarang. Selanjutnya St. Sihite (am.Albert) di ladangnya di sebelah Selatan rura op. Harry; dan Op. Harry ada di ladangnya yang sekarang ada Pohon Kemiri, dan Keluarga Simanullang ada di seberang sungai Siglang, dan Op. Tumbur dan Op. Rugun Banjarnahor ada di ladangnya yakni perkampungan yang sekarang Sidumpe Marbun. (lihat denah gambar tempat rumah mereka sebelum menjadi suatu desa).
Op. Tumbur L.Gaol dan Op. Rugun Banjarnahor secara adat dan umur berada pada level lebih dihormati karena pertama, Op. Rugun masih adik dari mertuanya Op. Hary L.Gaol, dan Op. Tumbur adalah teman akrabnya Op. Hary L.Gaol, selain sama-sama dianggap anak angkat oleh Op.Ladang Saraan mereka berdua, ternyata Op. Tumbur ini punya satu anak laki-laki yang sedikit lebih muda dari Op. Hary bernama Gerhat L.Gaol, sehingga mereka berdua ini sudah seperti kaka adik benaran.
Op. Tumbur dan Op. Rugun yang lebih dituakan inilah mengajak semua saudara-saudaranya untuk membentuk suatu perkampungan dengan mendirikan rumah yang berbaris yang tentunya didukung oleh Bapak angkatnya yakni Op.Ladang. Jadilah suatu desa yang disebut Sidumpe Marbun.
Kenapa dibuat nama desa Sidumpe?, itu mungkin dilatarbelakangi oleh ajaran Belanda, bahwa manusia itu hidup bukan hanya untuk kerja, tetapi pada siang hari setelah makan sian perlu istirahat atau dengan bahasa Batak SIDUngManganPeak (sehingga disingkat menjadi Sidumpe). Dan sampai saat ini sebenarnya masih ada yang tradisi tersebut walaupun sudah agak malu-malu untuk tisur siang sehabis makan.
Yang didirikan oleh marga Marbun disebut Sidumpe Marbun, dan yang didirikan oleh Marga Sianturi disebut Sidumpe Sianturi. Sedangkan Sidumpe Batu Gualan, berasal dari kata Gualan, karena di sana banyak batu yang kadang kalau dipukul dapat berbunyi seperti gual-gualan. Dari sejarah ini mungkin juga orang pada saat itu sudah senang seni, mungkin setelah makan malam mereka sering bermusik, bunyi-bunyian seperti kecapai, seruling dan gual-gualnya mungkin pakai batu itu. (Penulis masih ingat ketika masih kecil sekitar tahun 1960-an sering para orangtua bermusik batak dengan menyuruh anak-anaknya menari).
Selanjutnya adalah desa Sidumpe Sikapal-kapal, disebut Sidumpe Sikapal-kapal adalah karena di area ini dahulu banya sejenis tumbuhan yang daunnya tebal-tebal (hapal-hapal) maka dari situlah disebut Sidumpe Sihapal-hapal. (bahasa batak sering mengatakan huruf h menjadi k, seperti Hopi menjadi Kopi). Sidumpe Sikapa-kapal ini ada 2 desa yakni Sidumpe Sikapal-kapal satu dan Sidumpe Sikapal-kapal dua.
Ada lagi 1 desa yang berada di sebelah kanan 250 meter sebelum memasuki desa Sidumpe Marbun ke araha Barat sekitar 300 meter, disebut namanya Sidumpe Boang. Di sini dahulu pertama-tama ditempati oleh marga Sihombing (mertua adiknya Op. Hary L.Gaol), marga Nainggolan, Op. Jaurung, Sitanggang dan orang dari daerah Boang. Karena orang yang berasal dari Boang ini yang paling dihormati di situ maka jadilah nama desa tersebut Sidumpe Boang.

Rabu, 11 Juni 2008

SIDUMPE MARBUN

Sidumpe Marbun terletak di wilayah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia. Apabila ingin melihat lebih jelas lagi di mana letak Sidumpe Marbun ini silahkan masuk ke global maps atau peta dunia melalui pencarian by machine internet, karena hal itu sudah saya masukkan di peta dunia yang ada di internet dunia tersebut.
Sidumpe Marbun ini adalah salah satu desa dari 6 desa yang sampai sekarang masih termasuk di bawah satu Kepala Desa Sepung Polding, Kecamatan Laeparira, Kabupaten Dairi. Atau dengan kata lain Kepala Desa Sepung Polding membawahi 6 desa yang terdiri dari Takkal Lae, Sidumpe Batu Gualan, Sidumpe Sikapal-kapal 1 dan 2, Sidumpe Boang dan ada juga Sidumpe Sianturi.
Menurut ceritera yang dapat dipercaya nama Sidumpe ini berasal dari kata SIDUng ManganPEak, yang berarti mereka pada jam siang selalu ada jam tidur siang, karena memang tanahnya sangat subur dan tidak terlalu mengejar harta kekayaan, tetapi sangat mementingkan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal sperti Silat, Teknik-teknik menangkap hewan, Teknik berburu, Teknik bergaul, memasak dsb.
Penduduknya sekitar 1.500 orang atau 350 Kepala Keluarga, dan yang hampir semuanya ada hubungan saudara dengan marga Marbun, atau paling tidak pasti saudara dari marga Marbun.
Tanahnya subur di kaki bukit barisan, lihat peta umumnya mereka petani Kopi, Durian, Alpukat, Jambu, Nilam, Cabai, Kacang dan palawija lainnya, serta padi sawah.
Petani yang sangat terkenal di Sidumpe saat ini adalah Petani Nanas yakni Pak Aritonang. Beliau sudah mengembangkan Nanas Unggul. Nanas ini manis sekali dan besar, berat rerata 1 buah Nanas dari Sidumpe ini sekitar 8 s/d 10 kilogram, makanya kalau ingin membawa ke Jakarta by pesawat terbang cukup 2 saja sebab kalau 3 buah pasti sudah lebih beratnya dan di Bandara Polonia pasti ditolak karena kelebihan berat, jadi cukup 2 saja atau kirim melalui paket udara, dan jangan melalui cara lain karena kalau sudah 4 hari rasa Nanas itu akan menjadi agak pahit dan beralkohol, apalagi kalau sudah lebih dari 5 hari maka akan bertambah pahit dan alkoholnya akan bertambah tinggi, ingin mencoba Nanas itu, kami juga boleh membantu sms aje 0812 809 7085.
Selain bertani mereka juga beternak Ikan, Ayam, Kambing, Kerbau atau Babi. Peternak Babi yang sangat terkenal di sana adalah Saudara Robostuson Marbun, beliau sudah mengembangkan ternak Babi unggul.
Peternak ayam yang terkenal di Sidumpe adalah Oppungg Harry L.Gaol, ingin telur ayam kampung asli ?, beliau setiap hari selalu punya.
Hawanya Sidumpe sangat sejuk dan bersih, suhunya berkisar antara 16' s/d 20 'C.
Anak-anak dariSidumpe ini sudah tersebar di seluruh nusantara, ada yang Tentara, Polisi, Peg. Negeri, Guru, Pengusaha, bahkan sudah ada yang di berada benua Eropah, Amerika, Australia. Di Jakarta saja saat ini anak kelahiran Sidumpe Marbun sudah berkisar 300 KK.
Yang masih menjadi kendala saat ini adalah jalan menuju desa Sidumpe ini masih sangat sempit, dan belum dapat dilalui 2 kenderaan sekaligus.
Selain itu adalah faktor pelayanan pemerintahan yang sampai saat ini desa Sidumpe ini masih di bawah Kepala Desa Sepung Polding, yang jaraknya sekitar 2 - 3 km dari desa Sepung Polding.
Sebenarnya akhir tahun 2005 masyarakat Sidumpe dan Calon Kepala desa Sepung Polding (sekarang sudah resmi menjadi Kepala Desa) sudah sepakat akan memandirikan desa Sidumpe agar menjadi 1 Kepala Desa namun sampai sekarang belum terealisasi, apa penyebabnya tidak tahu, atau mungkin juga masyarakat desa ini tidak ada yang mau menjadi Kepala Desa ?. Yah.. kalau begitu keadaannya harus didik juga, atau mungkin semua anak-anak pintar dari desa ini sudah merantau semua ?, atau apakah semua yang tinggal di desa ini hanya yang bodoh-bodoh saja ?, semua pertanyaan itu menjadi pertanyaan, yang jelas mari kita majukan Sidumpe !
Horas ma di hita sude.